Rabu, 27 Oktober 2010

Babar Mengorbankan Hidupnya Demi Humayun (pengorbanan ayah untuk anaknya)

   TIDAK beberapa lama setelah kembalinya Babar ke Agra dari ekspedisi militer ke wilayah-wilayah barat laut, Humayun mendapat serangan demam saat ia masih di Sambhal. Dia dibawa ke Agra melalui jalan air. Demam belum juga beranjak dari tubuh Humayun. orang-orang bijak pun dipanggil. Mereka mengerahkan segala kemampuan mereka demi menyelamatkan sang pangeran. Namun penyakit itu melempuhkan segala kemampuan medis. Humayun tetap saja terbaring sakit.
   Sebagian orang saleh menyarankan sedekah (mengorbankan sebagian binatang ternak demi nyawa si pasien). Sebagian yang lain, menyarankan bahwa barang yang paling berharga harus pula dikorbankan dan karena Koh-i-Nur adalah permata kerajaan yang paling berharga, ia harus diabdikan untuk amal saleh.
   Babar berkata "tetapi selain nyawa anakku tidak ada yang lebih berharga darinya selalin nyawaku sendiri. Aku akan mengabdikan hidupku untuk kesembuhan putraku."
   Kemudian Babar mengambil air wudlu untuk mengelilingi ranjang Humayun tiga kali sambil berdo'a "Ya Allah! Jika nyawaku boleh diberi kepada orang lain, hamba, Babar, menyerahkan nyawa ini dan aku serahkan kepada putraku, Humayun!"
   kemudian ia berdiam beberapa saat dan ia merasa yakin do'anya diterima. Ia berseru ''Aku telah menyembuhkannya ! Aku telah menyembuhkannya !''
   setelah itu, dalam waktu singkat,Humayun pulih dari penyakitnya. Dan tidak lama kemudian Babar terserang demam dan dalam waktu yang tidak lama ia meninggal dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar